Leluhur Kaum Paganisme Yang Menuhankan Alam Semesta dan Menuduh Agama Islam Perusak Budaya Nusantara
Manusia purba yang ditemukan di Jawa utamanya disebut Manusia Jawa (Java Man), yang secara ilmiah diklasifikasikan sebagai Homo erectus erectus (dulu Pithecanthropus erectus). Fosil ini ditemukan oleh Eugène Dubois di Trinil pada 1891. Selain itu, ditemukan juga jenis manusia purba tertua yaitu Meganthropus paleojavanicus dan Homo wajakensis.
Secara ringkas, perkembangan budaya pakaian manusia purba di Nusantara terbagi dalam tiga tahap utama:
• Zaman Batu Tua: Belum mengenal pakaian. Hanya menggunakan daun-daunan atau kulit binatang secara sederhana untuk melindungi tubuh dari alam.
• Zaman Batu Muda: Mulai menciptakan "kain" dari kulit kayu yang dipukul-pukul hingga halus (seperti tradisi kain Malo atau Tapa).
• Zaman Logam: Sudah mengenal teknologi tenun menggunakan serat tumbuhan dan menggunakan perhiasan perunggu sebagai simbol status.
Gambar ilustrasi budaya pakaian manusia purba
QS. Al-Baqarah Ayat 170
وَاِذَا قِيْلَ لَهُمُ اتَّبِعُوْا مَآ اَنْزَلَ اللّٰهُ قَالُوْا بَلْ نَتَّبِعُ مَآ اَلْفَيْنَا عَلَيْهِ اٰبَاۤءَنَاۗ اَوَلَوْ كَانَ اٰبَاۤؤُهُمْ لَا يَعْقِلُوْنَ شَيْـًٔا وَّلَا يَهْتَدُوْنَ ١٧٠
Apabila dikatakan kepada mereka, “Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah,” mereka menjawab, “Tidak. Kami tetap mengikuti kebiasaan yang kami dapati pada nenek moyang kami.” Apakah (mereka akan mengikuti juga) walaupun nenek moyang mereka (itu) tidak mengerti apa pun dan tidak mendapat petunjuk?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar