Waspadalah Terhadap Ajaran Paganisme Gaya Baru
Orang-orang yang menyembah matahari, bintang, bumi, dan alam semesta disebut sebagai penganut "paganisme" atau "penyembah alam" (nature worship). Dalam beberapa konteks, mereka juga disebut sebagai "pantheis" (pantheism), yang percaya bahwa Tuhan ada di mana-mana dan ada dalam segala sesuatu di alam semesta.
Kaum Paganisme Pada Umat-Umat Terdahulu
🔸 Kisah mengenai kaum Nabi Ibrahim yang menyembah benda-benda langit (bintang, bulan, dan matahari) diabadikan dalam Al-Qur'an sebagai bagian dari metode dakwah beliau untuk membuktikan kelemahan sesembahan tersebut. Peristiwa ini diceritakan dalam Surah Al-An'am ayat 76-78:
فَلَمَّا جَنَّ عَلَيْهِ الَّيْلُ رَاٰ كَوْكَبًاۗ قَالَ هٰذَا رَبِّيْۚ فَلَمَّآ اَفَلَ قَالَ لَآ اُحِبُّ الْاٰفِلِيْنَ ٧٦ فَلَمَّا رَاَ الْقَمَرَ بَازِغًا قَالَ هٰذَا رَبِّيْۚ فَلَمَّآ اَفَلَ قَالَ لَىِٕنْ لَّمْ يَهْدِنِيْ رَبِّيْ لَاَكُوْنَنَّ مِنَ الْقَوْمِ الضَّاۤلِّيْنَ ٧٧ فَلَمَّا رَاَ الشَّمْسَ بَازِغَةً قَالَ هٰذَا رَبِّيْ هٰذَآ اَكْبَرُۚ فَلَمَّآ اَفَلَتْ قَالَ يٰقَوْمِ اِنِّيْ بَرِيْۤءٌ مِّمَّا تُشْرِكُوْنَ ٧٨
🔸 Kisah mengenai Negeri Saba' yang penduduknya menyembah matahari. Pernyataan tentang penyembahan matahari ini merupakan laporan dari burung Hud-hud kepada Nabi Sulaiman mengenai Ratu Balqis dan rakyatnya. Sebagaimana dikisahkan dalam Surat An-Naml (27) Ayat 24 :
وَجَدْتُّهَا وَقَوْمَهَا يَسْجُدُوْنَ لِلشَّمْسِ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطٰنُ اَعْمَالَهُمْ فَصَدَّهُمْ عَنِ السَّبِيْلِ فَهُمْ لَا يَهْتَدُوْنَۙ ٢٤

Tidak ada komentar:
Posting Komentar