Selasa, 29 Oktober 2024

Yahudi Dan Nashrani Ingin Memadamkan Cahaya Allah Dengan Mulut ( Ucapan ) Mereka


 


Yahudi Dan Nashrani Ingin Memadamkan Cahaya Allah Dengan Mulut ( Ucapan ) Mereka

وَقَالَتِ الْيَهُوْدُ عُزَيْرُ ابْنُ اللّٰهِ وَقَالَتِ النَّصٰرَى الْمَسِيْحُ ابْنُ اللّٰهِۗ ذٰلِكَ قَوْلُهُمْ بِاَفْوَاهِهِمْۚ يُضَاهِـُٔوْنَ قَوْلَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ قَبْلُۗ قَاتَلَهُمُ اللّٰهُۚ اَنّٰى يُؤْفَكُوْنَ ۝٣٠ اِتَّخَذُوْٓا اَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ وَالْمَسِيْحَ ابْنَ مَرْيَمَۚ وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوْٓا اِلٰهًا وَّاحِدًاۚ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۗ سُبْحٰنَهٗ عَمَّا يُشْرِكُوْنَ ۝٣١ يُرِيْدُوْنَ اَنْ يُّطْفِـُٔوْا نُوْرَ اللّٰهِ بِاَفْوَاهِهِمْ وَيَأْبَى اللّٰهُ اِلَّآ اَنْ يُّتِمَّ نُوْرَهٗ وَلَوْ كَرِهَ الْكٰفِرُوْنَ ۝٣٢ هُوَ الَّذِيْٓ اَرْسَلَ رَسُوْلَهٗ بِالْهُدٰى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهٗ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهٖۙ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ ۝٣٣

30. Dan orang-orang Yahudi berkata, “Uzair putra Allah,” dan orang-orang Nashrani berkata, “Al-Masih putra Allah.” Itulah ucapan yang keluar dari mulut mereka. Mereka meniru ucapan orang-orang kafir yang terdahulu. Allah melaknat mereka; bagaimana mereka sampai berpaling?

31. Mereka menjadikan ahbar (orang-orang alim Yahudi), dan ruhban (rahib-rahibnya Nashrani) sebagai arbab (tuhan-tuhan) selain Allah, dan (juga) Al-Masih putra Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Ilah Yang Maha Wahid; tidak ada ilah selain Dia. Mahasuci Dia dari apa yang mereka persekutukan.

32. Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, tetapi Allah menolaknya, malah berkehendak menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang kafir itu membenci.

33. Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya dengan petunjuk (Al-Qur'an) dan agama yang benar untuk diunggulkan atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik membenci.

(terjemah makna QS. At-Taubah : 30-33)

Ancaman Hukuman Bagi Orang Murtad ( Keluar Dari Islam )


 

Ancaman Hukuman Bagi Orang Murtad ( Keluar Dari Islam )


مَنْ كَفَرَ بِاللّٰهِ مِنْۢ بَعْدِ اِيْمَانِهٖٓ اِلَّا مَنْ اُكْرِهَ وَقَلْبُهٗ مُطْمَىِٕنٌّۢ بِالْاِيْمَانِ وَلٰكِنْ مَّنْ شَرَحَ بِالْكُفْرِ صَدْرًا فَعَلَيْهِمْ غَضَبٌ مِّنَ اللّٰهِۗ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيْمٌ ۝١٠٦

"Barangsiapa kafir kepada Allah setelah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan mereka akan mendapat adzab yang besar." (QS. An-Nahl : 106)

عَنِ ابْنِ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لاَ يَحِلُّ دَمُّ امْرِئٍ مُسْلِمٍ إِلاَّ بِإِحْدَى ثَلاَثٍ: الثَّيِّبُ الزَّانِي، وَالنَّفْسُ بِالنَّفْسِ، وَالتَّارِكُ لِدِيْنِهِ المُفَارِقُ لِلْجَمَاعَةِ. (رَوَاهُ البُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ.)

Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah bersabda, ‘Tidak halal darah seorang muslim kecuali karena salah satu dari tiga sebab: (1) orang yang telah menikah yang berzina, (2) jiwa dengan jiwa (membunuh), (3) orang yang meninggalkan agamanya (murtad), lagi memisahkan diri dari jamaah kaum muslimin.” (HR. Bukhari dan Muslim)

وَعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ بَدَّلَ دِينَهُ فَاقْتُلُوهُ. (رَوَاهُ اَلْبُخَارِيُّ)

“Diriwayatkan dari Ibn ‘Abbas radhiyallâhu ‘anhumâ, ia berkata: ‘Rasulullah bersabda: ‘Orang yang mengganti agamanya maka hukumlah mati dia’. (HR. Al-Bukhari)

     Demikian pula pendapat jumhur ulama fiqih yang juga menyatakan bahwa orang murtad dihukum dengan hukuman mati apabila enggan bertobat dalam waktu tertentu.

Minggu, 27 Oktober 2024

Al-Masih 'Isa ( Yesyua ) Ibnu Maryam Itu Rasul Allah Dan Kalimat-Nya



 

Al-Masih 'Isa ( Yesyua ) Ibnu Maryam Itu Rasul Allah Dan Kalimat-Nya


يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ لَا تَغْلُوْا فِيْ دِيْنِكُمْ وَلَا تَقُوْلُوْا عَلَى اللّٰهِ اِلَّا الْحَقَّۗ اِنَّمَا الْمَسِيْحُ عِيْسَى ابْنُ مَرْيَمَ رَسُوْلُ اللّٰهِ وَكَلِمَتُهٗۚ اَلْقٰهَآ اِلٰى مَرْيَمَ وَرُوْحٌ مِّنْهُۖ فَاٰمِنُوْا بِاللّٰهِ وَرُسُلِهٖۗ وَلَا تَقُوْلُوْا ثَلٰثَةٌۗ اِنْتَهُوْا خَيْرًا لَّكُمْۗ اِنَّمَا اللّٰهُ اِلٰهٌ وَّاحِدٌۗ سُبْحٰنَهٗٓ اَنْ يَّكُوْنَ لَهٗ وَلَدٌۘ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ وَكَفٰى بِاللّٰهِ وَكِيْلًا ۝١٧١

"Wahai Ahli Kitab! Janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sungguh, Al-Masih Isa putra Maryam itu adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan, “(Tuhan itu) tiga,” berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Ilah Yang Maha Wahid, Mahasuci Dia dari (anggapan) mempunyai anak. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan cukuplah Allah sebagai pelindung." (terjemah makna QS. An-Nisa' : 171)

✍🏼  Kalam (Firman) Allah itu Shifat Allah dan bukan makhluq.

وَرُسُلًا قَدْ قَصَصْنٰهُمْ عَلَيْكَ مِنْ قَبْلُ وَرُسُلًا لَّمْ نَقْصُصْهُمْ عَلَيْكَۗ وَكَلَّمَ اللّٰهُ مُوْسٰى تَكْلِيْمًاۚ ۝١٦٤

"Dan ada beberapa rasul yang telah Kami kisahkan mereka kepadamu sebelumnya dan ada beberapa rasul (la-in) yang tidak Kami kisahkan mereka kepadamu. Dan kepada Musa, Allah berkalam (berfirman) langsung." (QS. An-Nisa' : 164)

✍🏼  Al Qur'an itu kalam Allah dan bukan makhluq, tapi kita tidak boleh menyembah mushaf Al Qur'an, Lauhul Mahfuzh ataupun sesuatu yang tercipta dengan Kalimat Allah. Demikian juga Isa itu tercipta dengan Kalimat-Nya, sehingga kita tidak boleh menyembah nabi Isa (Yesyua).

Allah Menciptakaan Al-Masih 'Isa ( ישע Yesyua‘ ) Dengan Kalimat-Nya " كن "

✍🏼  Allah Ta'ala berkalam :

اِنَّمَآ اَمْرُهٗٓ اِذَآ اَرَادَ شَيْـًٔاۖ اَنْ يَّقُوْلَ لَهٗ كُنْ فَيَكُوْنُ ۝٨٢

"Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu Dia hanya berkata kepadanya, “Jadilah!” Maka jadilah sesuatu itu." (QS. Yasin : 82).

✍🏼  Allah menciptakan Isa dengan Kalimat-Nya " كن ", sebagaimana QS. Ali Imran : 59.

اِنَّ مَثَلَ عِيْسٰى عِنْدَ اللّٰهِ كَمَثَلِ اٰدَمَۗ خَلَقَهٗ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ لَهٗ كُنْ فَيَكُوْنُ ۝٥٩

"Sesungguhnya perumpamaan (penciptaan) Isa bagi Allah adalah seperti (penciptaan) Adam. Dia menciptakannya dari tanah kemudian berfirman kepadanya, “Jadilah!” Maka, jadilah sesuatu itu."

اِذْ قَالَتِ الْمَلٰۤىِٕكَةُ يٰمَرْيَمُ اِنَّ اللّٰهَ يُبَشِّرُكِ بِكَلِمَةٍ مِّنْهُۖ اسْمُهُ الْمَسِيْحُ عِيْسَى ابْنُ مَرْيَمَ وَجِيْهًا فِى الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِ وَمِنَ الْمُقَرَّبِيْنَۙ ۝٤٥

"(Ingatlah), ketika para malaikat berkata, “Wahai Maryam! Sesungguhnya Allah menyampaikan kabar gembira kepadamu tentang sebuah kalimat (firman) dari-Nya (yaitu seorang putra), namanya Al-Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat, dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah), (QS. Ali 'Imran Ayat 45)

✍🏼 Sementara ruh maka Adam dan semua keturunannya, Allah tiupkan di dalamnya ruh. Ketika disandarkan kepada Allah, dalam hal pengagungan dan pemuliaan. Allah Ta’ala berkalam tentang penciptaan Adam Alaihis salam :

فَاِذَا سَوَّيْتُهٗ وَنَفَخْتُ فِيْهِ مِنْ رُّوْحِيْ فَقَعُوْا لَهٗ سٰجِدِيْنَ ۝٢٩

"Maka apabila Aku telah menyempurnakan (kejadian)nya, dan Aku telah meniupkan roh (ciptaan)-Ku ke dalamnya, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.” (QS. Al-Hijr : 29)


Wahai Ahli Kitab !

Ketahuilah.. Allah Menciptakaan Al-Masih 'Isa ( ישע Yesyua‘ ) atau nama Aram ܝܫܘܥ Yesyu‘ (dialek Suryani Barat) dan Isyo‘ (dialek Suryani Timur) Dengan Kalimat-Nya yaitu " كن "

Seperti halnya andai kalian itu seorang penyihir yang dengan kalimatmu engkau bisa menciptakan "kotoran", "batu", "anjing", "babi" ataupun "kera".. dengan berkata "jadilah ...." kemudian benar-benar terjadi, maka apakah kotoran, batu, anjing, babi, atau kera yang tercipta dengan kalimatmu itu adalah kamu???
Setiap orang berakal sehat tentu akan mengatakan bahwa anjing, babi dst itu bukan kamu.


Sabtu, 19 Oktober 2024

Contoh Berita Hoaks Dan Tanggapan Atas Berita Tersebut

Contoh Berita Hoaks Dan Tanggapan Atas Berita Tersebut










Ambar Wahyuningsih Kalau Islam itu rahmatan lil alamin. Rahmat bagi orang mukmin dan bagi orang kafir sehingga tidak Allah binasakan seperti umat-umat terdahulu.

Jadi tak ada larangan orang kafir tinggal di negeri muslim, kecuali kafir harbi yang memusuhi Islam. Karena memang tak ada paksaan dalam beragama. Tapi jangan dipahami setelah masuk Islam kemudian boleh murtad.

Beda dengan ajaran kasih yang melarang orang Islam kan? Bahkan masjid diruntuhkan. Padahal merusak tempat ibadah itu tidak boleh, sekalipun kondisi perang.

Adapun khusus tanah haram memang orang kafir tak boleh tinggal di dalamnya. Jadi orang kafir tidak boleh mendekat ke Ka'bah. Kalau ada yang masuk biasanya penyusup atau gunakan identitas Islam.

Kamis, 17 Oktober 2024

Amar Ma'ruf Nahi Mungkar Untuk Menjadi Umat Terbaik


 

Amar Ma'ruf Nahi Mungkar Untuk Menjadi Umat Terbaik


     Dalam QS. Ali-'Imran Ayat 110, الله berkalam :

كُنْتُمْ خَيْرَ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ ۗ وَلَوْ اٰمَنَ اَهْلُ الْكِتٰبِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْ ۗ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُوْنَ وَاَكْثَرُهُمُ الْفٰسِقُوْنَ

"Kalian (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang ma'ruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada الله. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman, namun kebanyakan mereka adalah orang-orang fasiq."

     Sebagian ulama salaf mengatakan, “Mereka bisa menjadi umat terbaik jika mereka memenuhi syarat (yang disebutkan dalam ayat di atas). Siapa saja yang tidak memenuhi syarat di atas, maka dia bukanlah umat terbaik.”

     Amar ma'ruf nahi mungkar hukumnya fardhu kifayah. Sebagaimana الله berkalam dalam kisah Luqman :

وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاصْبِرْ عَلَى مَا أَصَابَكَ إِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ

“Dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).” (QS. Luqman: 17)

Senin, 14 Oktober 2024

Tiada Ilah Yang Berhak Diibadahi Selain Allah


 

Tiada Ilah Yang Berhak Diibadahi Selain Allah


     Allah Ta'ala berkalam :

وَٱعۡبُدُوا۟ ٱللَّهَ وَلَا تُشۡرِكُوا۟ بِهِۦ شَیۡـࣰٔاۖ

“Sembahlah الله dan janganlah kalian mempersekutukan-
Nya dengan sesuatu apapun.” (QS. An-Nisa’: 36).

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ ۖ

Dan sungguhnya Kami telah mengutus para rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu”. (QS. An Nahl : 36)

وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ

“Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: “Bahwasanya tidak ada ilahi (yang haq) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku.” (QS. Al-Anbiya : 25).

فَاعْلَمْ اَنَّهٗ لَآ اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ ....

"Maka ketahuilah, bahwa tidak ada ilahi (yang patut disembah) selain Allah ...."(QS. Muhammad : 19)

     Dalam QS. Al-Quraisy Ayat 3 Allah berkalam : {فَلْيَعْبُدُوا۟ رَبَّ هَٰذَا ٱلْبَيْتِ} dengan terjemahan makna ayat "Maka hendaklah mereka menyembah Rabb (Pemilik) Al-Bait ini (=Ka‘bah)" dan tidak berkata (فَلْيَعْبُدُوا۟ هَٰذَا ٱلْبَيْتِ).

Meniti Jejak Tauhid dari Yerusalem Hingga Kebangkitan Islam

  Meniti Jejak Tauhid dari Yerusalem Hingga Kebangkitan Islam Di Yerusalem, fajar iman membentang nyata, Yesyua' datang membawa wahyu ...