Kamis, 26 September 2024

Mencium Hajar Aswad Bukan Untuk Menyembahnya Melainkan Semata-mata Mengikuti Jejak Nabi ﷺ


 

Mencium Hajar Aswad Bukan Untuk Menyembahnya Melainkan Semata-mata Mengikuti Jejak Nabi 


عَنْ عَابِسِ بْنِ رَبِيعَةَ قَالَ رَأَيْتُ عُمَرَ يُقَبِّلُ الْحَجَرَ وَيَقُولُ إِنِّى لأُقَبِّلُكَ وَأَعْلَمُ أَنَّكَ حَجَرٌ وَلَوْلاَ أَنِّى رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُقَبِّلُكَ لَمْ أُقَبِّلْكَ

“Dari ‘Abis bin Robi’ah, ia berkata, “Aku pernah melihat ‘Umar (bin Al Khottob) mencium hajar Aswad. Lantas ‘Umar berkata, “Sesungguhnya aku menciummu dan aku tahu bahwa engkau hanyalah batu. Seandainya aku tidak melihat Rasulullah menciummu, maka tentu aku tidak akan menciummu.” (HR. Bukhari no. 1597, 1605 dan Muslim no. 1270).

Dalam lafazh lain disebutkan,

إِنِّى لأُقَبِّلُكَ وَإِنِّى أَعْلَمُ أَنَّكَ حَجَرٌ وَأَنَّكَ لاَ تَضُرُّ وَلاَ تَنْفَعُ وَلَوْلاَ أَنِّى رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَبَّلَكَ مَا قَبَّلْتُكَ

“Sesungguhnya aku menciummu dan aku tahu bahwa engkau adalah batu yang tidak bisa memberikan mudhorot (bahaya), tidak bisa pula mendatangkan manfaat. Seandainya bukan karena aku melihat Rasulullah menciummu, maka aku tidak akan menciummu.” (HR. Muslim no. 1270).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Leluhur Kaum Paganisme Yang Menuhankan Alam Semesta dan Menuduh Agama Islam Perusak Budaya Nusantara

  Leluhur Kaum Paganisme Yang Menuhankan Alam Semesta dan Menuduh Agama Islam Perusak Budaya Nusantara Manusia purba yang ditemukan di Jawa...