Senin, 29 Januari 2024

Orang Kafir Mengatakan Bahwa Al Qur'an Itu Asathirul Awwalin ( Dongeng Orang Dahulu )


 

Orang Kafir Mengatakan  Bahwa Al Qur'an Itu Asathirul Awwalin ( Dongeng Orang Dahulu )

     Mereka mengatakan bahwa Al-Quran adalah asâtîr al-awwalîn, dongeng orang dahulu.

إِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِ ءَايَٰتُنَا قَالَ أَسَٰطِيرُ ٱلْأَوَّلِينَ

“Apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, ia berkata: “(Ini adalah) dongeng-dongengan orang-orang dahulu kala.” (QS: al-Qalam: 15).

وَقَالُوٓا۟ أَسَٰطِيرُ ٱلْأَوَّلِينَ ٱكْتَتَبَهَا فَهِىَ تُمْلَىٰ عَلَيْهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

قُلْ اَنْزَلَهُ الَّذِيْ يَعْلَمُ السِّرَّ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ اِنَّهٗ كَانَ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا

“Dongengan-dongengan orang-orang dahulu, dimintanya supaya dituliskan, maka dibacakanlah dongengan itu kepadanya setiap pagi dan petang. Katakanlah: Al-Quran itu diturunkan oleh (Allah) yang mengetahui rahasia di langit dan di bumi. Sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS: Al-Furqan: 5-6).

     Di antara orang kafir itu adalah Nadhar bin Harits. Ia  gencar menuduh Al-Quran hanya dinilai sebuah dongengan semata.  Allah mengecam sikap Nadhar bin Harits dan mengabadikan dalam ayat Al-Quran.

وَيْلٌ لِّكُلِّ أَفَّاكٍ أَثِيمٍ (7) يَسْمَعُ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ تُتْلَىٰ عَلَيْهِ ثُمَّ يُصِرُّ مُسْتَكْبِرًا كَأَن لَّمْ يَسْمَعْهَا ۖ فَبَشِّرْهُ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ (8)

“Kecelakaan yang besarlah bagi tiap-tiap orang yang banyak berdusta lagi banyak berdosa, dia mendengar ayat-ayat Allah dibacakan kepadanya kemudian dia tetap menyombongkan diri seakan-akan dia tidak mendengarnya. Maka beri kabar gembiralah dia dengan adzab yang pedih.” (QS: Al-Jatsiyah: 7-8).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Leluhur Kaum Paganisme Yang Menuhankan Alam Semesta dan Menuduh Agama Islam Perusak Budaya Nusantara

  Leluhur Kaum Paganisme Yang Menuhankan Alam Semesta dan Menuduh Agama Islam Perusak Budaya Nusantara Manusia purba yang ditemukan di Jawa...