Bantahan Ucapan Kafir "Allah Yang Tidak Bisa Dilihat Di Dunia Itu Berarti Tuhan Fiksi"
1. Logika "Tidak Terlihat Bukan Berarti Tidak Ada"
Banyak hal di dunia ini yang tidak terlihat mata telanjang tetapi diyakini keberadaannya dan diakui secara ilmiah. Contoh: Angin, gravitasi, listrik, pikiran, perasaan cinta dll. Kita tidak bisa melihat angin, tetapi kita melihat dampaknya. Demikian juga keberadaan ruh, malaikat ataupun jin yang tidak terlihat.
Maka sama halnya dengan Allah. Kita tidak melihat wujud-Nya, tetapi kita melihat hasil ciptaan-Nya.
2. Keterbatasan Indra Manusia
Mata manusia memiliki keterbatasan. Contoh: Kita tidak bisa melihat bakteri, atom, atau sinar ultraviolet tanpa alat bantu, padahal mereka nyata. Jika mata terbatas tidak bisa melihat benda kecil, apalagi melihat Dzat Allah yang Maha Besar dan Maha Suci dari menyerupai makhluk.
3. Argumentasi Ontologis: Segala yang Tercipta Butuh Pencipta
Segala sesuatu yang ada di alam semesta ini memiliki struktur yang rumit dan teratur, menunjukkan adanya desainer (pencipta). Suatu karya seni tidak mungkin ada dengan sendiri tanpa senimannya. Jika ada kapal pasti ada pencipta kapal, maka alam semesta yang jauh lebih kompleks pasti butuh Pencipta. Menyebut pencipta yang teratur ini sebagai "fiksi" adalah bentuk pengingkaran terhadap logika sebab-akibat.
4. Allah Berbeda dengan Makhluk
Allah bukanlah objek fisik yang berwujud material, bertempat, atau terbatas seperti ciptaan-Nya. لَيْسَ كَمِثْلِهٖ شَيْءٌۚ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ ١١ "Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia" (QS. Asy-Syura: 11).
Jika Tuhan bisa dilihat, maka Dia terbatas dan setara dengan makhluk. Tuhan yang fiksi justru Tuhan yang dibuat menyerupai manusia atau benda (berhala).
5. Bukti Melalui Wahyu
Al-Qur'an itu kalam Allah. Keberadaan Allah dibuktikan melalui Al-Qur'an dan wahyu yang disampaikan oleh Rasul, yang validitasnya dapat diuji.
Kesimpulan
"Tidak melihat bukan berarti tidak ada. Jika kamu menolak Tuhan hanya karena tidak terlihat, maka kamu juga harus menolak adanya cinta, angin, dan pikiran manusia. Allah tidak terlihat karena Ia Maha Besar dan berbeda dengan makhluk, namun keberadaan-Nya nyata melalui keteraturan alam semesta yang mustahil tercipta dengan sendirinya."

Tidak ada komentar:
Posting Komentar