Rabu, 04 Februari 2026

Leluhur Kaum Paganisme Yang Menuhankan Alam Semesta dan Menuduh Agama Islam Perusak Budaya Nusantara


 


Leluhur Kaum Paganisme Yang Menuhankan Alam Semesta dan Menuduh Agama Islam Perusak Budaya Nusantara


Manusia purba yang ditemukan di Jawa utamanya disebut Manusia Jawa (Java Man), yang secara ilmiah diklasifikasikan sebagai Homo erectus erectus (dulu Pithecanthropus erectus). Fosil ini ditemukan oleh Eugène Dubois di Trinil pada 1891. Selain itu, ditemukan juga jenis manusia purba tertua yaitu Meganthropus paleojavanicus dan Homo wajakensis.

Secara ringkas, perkembangan budaya pakaian manusia purba di Nusantara terbagi dalam tiga tahap utama:
• Zaman Batu Tua: Belum mengenal pakaian. Hanya menggunakan daun-daunan atau kulit binatang secara sederhana untuk melindungi tubuh dari alam.
• Zaman Batu Muda: Mulai menciptakan "kain" dari kulit kayu yang dipukul-pukul hingga halus (seperti tradisi kain Malo atau Tapa).
• Zaman Logam: Sudah mengenal teknologi tenun menggunakan serat tumbuhan dan menggunakan perhiasan perunggu sebagai simbol status.

Gambar ilustrasi budaya pakaian manusia purba

QS. Al-Baqarah Ayat 170

وَاِذَا قِيْلَ لَهُمُ اتَّبِعُوْا مَآ اَنْزَلَ اللّٰهُ قَالُوْا بَلْ نَتَّبِعُ مَآ اَلْفَيْنَا عَلَيْهِ اٰبَاۤءَنَاۗ اَوَلَوْ كَانَ اٰبَاۤؤُهُمْ لَا يَعْقِلُوْنَ شَيْـًٔا وَّلَا يَهْتَدُوْنَ ۝١٧٠

Apabila dikatakan kepada mereka, “Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah,” mereka menjawab, “Tidak. Kami tetap mengikuti kebiasaan yang kami dapati pada nenek moyang kami.” Apakah (mereka akan mengikuti juga) walaupun nenek moyang mereka (itu) tidak mengerti apa pun dan tidak mendapat petunjuk?

Selasa, 03 Februari 2026

Waspadalah Terhadap Ajaran Paganisme Gaya Baru


 


Waspadalah Terhadap Ajaran Paganisme Gaya Baru


Orang-orang yang menyembah matahari, bintang, bumi, dan alam semesta disebut sebagai penganut "paganisme" atau "penyembah alam" (nature worship). Dalam beberapa konteks, mereka juga disebut sebagai "pantheis" (pantheism), yang percaya bahwa Tuhan ada di mana-mana dan ada dalam segala sesuatu di alam semesta.

Kaum Paganisme Pada Umat-Umat Terdahulu

🔸 Kisah mengenai kaum Nabi Ibrahim yang menyembah benda-benda langit (bintang, bulan, dan matahari) diabadikan dalam Al-Qur'an sebagai bagian dari metode dakwah beliau untuk membuktikan kelemahan sesembahan tersebut. Peristiwa ini diceritakan dalam Surah Al-An'am ayat 76-78

فَلَمَّا جَنَّ عَلَيْهِ الَّيْلُ رَاٰ كَوْكَبًاۗ قَالَ هٰذَا رَبِّيْۚ فَلَمَّآ اَفَلَ قَالَ لَآ اُحِبُّ الْاٰفِلِيْنَ ۝٧٦ فَلَمَّا رَاَ الْقَمَرَ بَازِغًا قَالَ هٰذَا رَبِّيْۚ فَلَمَّآ اَفَلَ قَالَ لَىِٕنْ لَّمْ يَهْدِنِيْ رَبِّيْ لَاَكُوْنَنَّ مِنَ الْقَوْمِ الضَّاۤلِّيْنَ ۝٧٧ فَلَمَّا رَاَ الشَّمْسَ بَازِغَةً قَالَ هٰذَا رَبِّيْ هٰذَآ اَكْبَرُۚ فَلَمَّآ اَفَلَتْ قَالَ يٰقَوْمِ اِنِّيْ بَرِيْۤءٌ مِّمَّا تُشْرِكُوْنَ ۝٧٨

🔸 Kisah mengenai Negeri Saba' yang penduduknya menyembah matahari. Pernyataan tentang penyembahan matahari ini merupakan laporan dari burung Hud-hud kepada Nabi Sulaiman mengenai Ratu Balqis dan rakyatnya. Sebagaimana dikisahkan dalam Surat An-Naml (27) Ayat 24 :

وَجَدْتُّهَا وَقَوْمَهَا يَسْجُدُوْنَ لِلشَّمْسِ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطٰنُ اَعْمَالَهُمْ فَصَدَّهُمْ عَنِ السَّبِيْلِ فَهُمْ لَا يَهْتَدُوْنَۙ ۝٢٤

Leluhur Kaum Paganisme Yang Menuhankan Alam Semesta dan Menuduh Agama Islam Perusak Budaya Nusantara

  Leluhur Kaum Paganisme Yang Menuhankan Alam Semesta dan Menuduh Agama Islam Perusak Budaya Nusantara Manusia purba yang ditemukan di Jawa...